Harga Tether (USDT) Hari Ini #3
Harga Tether hari ini adalah Rp18.109 per USDT (USDT to IDR), turun 0,0% dalam 24 jam terakhir. Dalam 24 jam, harga USDT bergerak antara Rp18.105 dan Rp18.148 dengan volume perdagangan Rp386,06 triliun.
- Kapitalisasi pasar
- Rp3.261,9 triliun
- Volume 24 jam
- Rp386,06 triliun
- Nilai terdilusi penuh
- Rp3.361,76 triliun
- Suplai beredar
- 180.123.438.777 USDT
- Suplai maksimum
- Tidak dibatasi
- Tertinggi sepanjang masa
- Rp23.93423 Jul 2018
- Tertinggi 24 jam
- Rp18.148
- Terendah 24 jam
- Rp18.105
Konversi USDT ke Rupiah
| USDT | IDR |
|---|---|
| 0,1 USDT | Rp1.811 |
| 0,5 USDT | Rp9.055 |
| 1 USDT | Rp18.109 |
| 5 USDT | Rp90.546 |
| 10 USDT | Rp181.092 |
| 100 USDT | Rp1.810.925 |
| IDR | USDT |
|---|---|
| Rp100.000 | 5,522 USDT |
| Rp500.000 | 27,6102 USDT |
| Rp1.000.000 | 55,2204 USDT |
| Rp5.000.000 | 276,102 USDT |
| Rp10.000.000 | 552,204 USDT |
| Rp100.000.000 | 5.522,0402 USDT |
Tentang Tether
Tether adalah mata uang kripto yang dirancang untuk mencerminkan nilai dolar Amerika Serikat. Tujuannya adalah menyediakan mata uang digital yang relatif stabil sehingga bisa dipakai sebagai pengganti dolar dalam perdagangan aset kripto.
Sejarah Tether
Tether diterbitkan oleh perusahaan bernama Tether Limited. Menurut bagian hukum di situs resminya, perusahaan tersebut tunduk pada hukum British Virgin Islands dan terdaftar di Hong Kong.
Telah muncul pula informasi terkait keterkaitan antara Tether dan bursa kripto Bitfinex; Jan Ludovicus van der Velde disebut sebagai CEO Bitfinex, dan bursa tersebut pernah dituduh terlibat dalam manipulasi harga bitcoin serta keterkaitan dengan Tether. Di banyak bursa populer, Tether berfungsi sebagai pengganti dolar untuk memfasilitasi perdagangan.
Cara Kerja Tether
Menurut situs resmi, Tether mengonversi uang tunai menjadi mata uang digital untuk menambatkan nilai koin pada harga mata uang nasional seperti dolar AS, euro, dan yen. Tether diklaim sepenuhnya didukung oleh cadangan dolar AS yang disimpan untuk menjaga nilai koin.
Secara teknis, Tether menggunakan teknologi blockchain dan dapat diterbitkan serta ditransfer melalui protokol seperti Omni Layer. Transaksi Tether sendiri tidak memiliki biaya internal, meskipun dompet eksternal dan bursa yang digunakan dapat mengenakan biaya. Untuk konversi USDT ke dolar AS lewat platform Tether.to, pengguna akan dikenai biaya kecil sesuai ketentuan platform.
Kegunaan USDT
Kegunaan utama USDT adalah menawarkan kestabilan relatif di tengah volatilitas pasar kripto. Selain itu, USDT memberikan likuiditas bagi bursa yang tidak dapat atau memilih untuk tidak berurusan langsung dengan bank dan mata uang fiat.
Para pedagang sering menggunakan USDT untuk membeli aset kripto lain seperti bitcoin karena memudahkan pemindahan nilai masuk dan keluar bursa secara lebih cepat dan murah. Di beberapa kasus, penggunaan Tether juga menjadi cara untuk mengatasi hubungan rumit antara bursa dan lembaga perbankan.
Suplai USDT
Peringkat kapitalisasi pasar Tether tercatat pada posisi #3. Suplai beredar tercatat sejumlah 180.123.438.777 USDT.
Situs resmi: https://tether.to/
Pertanyaan Umum tentang Tether
Berapa harga Tether hari ini?
Harga Tether hari ini Rp18.109, -0,0% dalam 24 jam terakhir. Harga diperbarui setiap menit dari data Coinmico.
1 USDT berapa rupiah hari ini?
Hari ini 1 USDT = Rp18.109 (2 November 2026, 04:43 WIB). Artinya 0,1 USDT sekitar Rp1.811 dan Rp1.000.000 setara 55,2204 USDT.
Berapa harga Tether dalam dolar AS?
Dalam dolar AS, 1 USDT saat ini setara US$0,999003.
Apa itu Tether?
Tether adalah mata uang kripto yang dirancang untuk mencerminkan nilai dolar Amerika Serikat. Tujuannya adalah menyediakan mata uang digital yang relatif stabil sehingga bisa dipakai sebagai pengganti dolar dalam perdagangan aset kripto.
Berapa jumlah maksimum Tether?
Tether tidak memiliki batas suplai maksimum yang tetap.
Berapa harga tertinggi Tether?
Harga tertinggi sepanjang masa Tether adalah Rp23.934, tercatat pada 23 Jul 2018.
Apa yang memengaruhi harga Tether?
Harga Tether dipengaruhi permintaan dan penawaran, sentimen pasar, kondisi makroekonomi seperti suku bunga, regulasi, serta perkembangan teknologi dan adopsi jaringannya.