Kamis, 5 November 2026
WargaCrypto
Beranda › Industri
Industri

Coinbase simpan 99% aset nasabah di cold storage usai peretasan Binance

AH
Agung H
· 2 menit baca
Ilustrasi brankas beku dan hardware wallet offline, dengan bayangan peretas di latar belakang.
Ilustrasi

Coinbase menyatakan lebih dari 99% aset nasabahnya disimpan di cold storage dan perusahaan tidak terdampak oleh peretasan dompet panas Binance senilai sekitar $6,3 miliar. Penegasan ini disampaikan menyusul insiden keamanan besar yang menimpa Binance.

Penyimpanan dingin (cold storage) merujuk pada aset kripto yang disimpan secara offline, terputus dari internet. Praktik ini secara luas dipandang mengurangi risiko akses tidak sah yang kerap menyasar dompet panas (hot wallet), yang selalu online dan digunakan untuk kebutuhan transaksi harian. Coinbase menekankan proporsi cold storage yang sangat dominan sebagai pilar pengamanan aset nasabahnya, sebagaimana tercermin dalam pernyataannya.

Sebagian besar dana offline

Menurut Coinbase, hanya sebagian kecil aset yang disimpan di hot wallet untuk memastikan kelancaran setoran dan penarikan, sementara mayoritas tetap di cold storage. Penempatan saldo operasional yang terbatas di dompet panas dimaksudkan agar bursa dapat memproses transaksi pelanggan tanpa menempatkan keseluruhan dana pada eksposur jaringan yang bersifat selalu terhubung. Penjelasan ini turut menegaskan bahwa platform tidak terdampak oleh insiden yang menimpa Binance, dengan prosedur keamanan Coinbase disebut berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam praktik industri, kombinasi cold storage dan hot wallet lazim digunakan untuk menyeimbangkan keamanan dan kecepatan layanan. Cold storage mengandalkan isolasi fisik dari jaringan publik, sedangkan hot wallet menyediakan likuiditas instan. Namun, porsi yang besar di cold storage, seperti yang ditegaskan Coinbase, dimaksudkan untuk membatasi potensi dampak bila terjadi upaya pembobolan sistem yang terhubung internet.

Konsekuensi bagi industri

Peretasan bernilai besar terhadap Binance menyoroti kembali pentingnya tata kelola keamanan aset digital di bursa kripto. Dengan menempatkan lebih dari 99% aset nasabah secara offline, Coinbase menegaskan pendekatan pengelolaan risiko yang menitikberatkan pada pencegahan akses jarak jauh.

Sejauh ini Coinbase menyatakan layanannya tidak terpengaruh oleh peristiwa tersebut dan terus beroperasi dengan kebijakan penyimpanan yang ketat. Fokus pada cold storage memberikan lapisan perlindungan utama terhadap serangan siber yang menargetkan sistem online, sembari menjaga kemampuan bursa memfasilitasi transaksi nasabah melalui alokasi hot wallet yang terbatas.

Binance

Disclaimer: informasi ini bukan nasihat investasi. Aset kripto berisiko tinggi; lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi. Temukan kesalahan? Laporkan koreksi.

Newsletter

Ringkasan Pagi WargaCrypto

Berita crypto terpenting, dirangkum untuk Anda setiap hari.

Gratis. Berhenti berlangganan kapan saja.

Artikel terkait