Bank of Korea survei 31 lembaga keuangan soal risiko kripto

Bank of Korea sedang menyurvei 31 lembaga keuangan untuk memetakan paparan terhadap risiko aset kripto, termasuk dampak jika terjadi penutupan bursa kripto besar, kejatuhan pasar yang berkepanjangan, atau kerugian di perusahaan lain yang berpotensi merembet ke operasi mereka. Tanggapan atas survei ini dijadwalkan terkumpul hingga 4 November.
Ruang lingkup dan komposisi responden
Menurut laporan, bank sentral menanyai 18 bank dan 13 perusahaan sekuritas. Fokus pertanyaan mencakup risiko peretasan terkait aset kripto, kemungkinan kejatuhan pasar, serta tingkat paparan finansial lembaga-lembaga tersebut terhadap aset digital dan entitas yang berkaitan.
Bank of Korea ingin memahami bagaimana berbagai skenario guncangan kripto bisa memengaruhi kelangsungan operasional institusi keuangan yang menjadi responden. Penilaian ini mencakup potensi dampak langsung maupun efek rambatan jika kerugian muncul di firma lain yang terhubung dengan ekosistem aset kripto.
Skenario guncangan yang diuji
Survei menempatkan beberapa skenario ekstrem sebagai uji ketahanan, seperti penutupan bursa kripto besar, penurunan pasar kripto yang berkepanjangan, dan kerugian di perusahaan lain yang dapat menimbulkan tekanan silang. Melalui pendekatan ini, otoritas moneter berupaya mengukur seberapa jauh gangguan di pasar aset digital dapat mengganggu aktivitas inti lembaga keuangan.
Laporan menyebutkan bahwa topik peretasan, anjloknya harga pasar kripto, serta paparan finansial menjadi perhatian utama pengawasan. Bank sentral juga meminta lembaga keuangan memproyeksikan dampak operasional jika skenario-skenario tersebut terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung lebih lama dari biasanya.
Inisiatif pengumpulan data ini menunjukkan perhatian regulator moneter terhadap kaitan antara pasar aset kripto dan stabilitas operasional lembaga keuangan arus utama. Menurut Cointelegraph, survei diarahkan untuk menakar dampak skenario guncangan terhadap operasi perusahaan. Sementara itu, Crypto.news melaporkan bahwa tanggapan dari 18 bank dan 13 perusahaan sekuritas dikumpulkan hingga 4 November, dengan fokus pada risiko peretasan, crash pasar, dan besaran paparan finansial mereka.
Hasil survei akan memberi Bank of Korea gambaran lebih rinci tentang titik rentan yang mungkin muncul ketika volatilitas aset kripto meningkat atau ketika terjadi gangguan besar pada infrastruktur pasar. Temuan tersebut diharapkan membantu memetakan respons jika skenario guncangan kripto memengaruhi operasi lembaga keuangan yang disurvei.
Newsletter
Ringkasan Pagi WargaCrypto
Berita crypto terpenting, dirangkum untuk Anda setiap hari.
Gratis. Berhenti berlangganan kapan saja.